Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Layanan E-Konseling

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
              Dalam era informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu. Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan media, termasuk teknologi informasi dan komunikasi untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global.
              Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Layanan tersebut saat ini, pada saat jaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konseling dengan cara-cara yang lebih menarik, interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling.
              Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri,  memungkinkan antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.
              Semenjak jejaring sosial menjadi bagian dari gaya hidup baru, dan internet menjadi medium komunikasi efektif dan efisien bagi para mahasiswa dan dosen yang telah menjadi bagian dari digital native. Hubungan dalam bingkai akademis dan ke-BK-an yang sebelumnya terbangun secara tatap-muka, juga telah terbawa hingga ke dunia maya. Facebook, instantmessanger (IM), email menjadi media yang cukup bisa diandalkan bagi mahasiswa untuk melakukan konsultasi psikologis dengan dosen yang juga konselor-nya. Sayangnya, hal tersebut tidak dilakukan dalam suatu media dan sistem yang dibangun secara sengaja. Sehingga kegiatan tersebut, seolah-olah hanya kegiatan “curhat” rutin sehari-hari mahasiswa secara virtual, tanpa bingkai aspek etika yang mencerminkan profesionalitas konselor maupun aspek akademis yang membangun budaya ilmiah akademis yang baik.
              Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan mengembangakan suatu media yang dapat mewadahi layanan konseling secara profesional melalui internet yang sesuai dengan kaidah etika profesionalitas kerja konselor. Media layanan konseling melalui internet merupakan suatu media yang secara khusus di desain untuk memenuhi kebutuhan layanan konsultasi psikologis bagi mahasiswa secaraonline. Media ini juga memberikan kemudahan bagi konselor dalam pengarsipan data dan menyimpan seluruh rekaman konseling. Data-data tersebut dapat mendorong dilakukannya berbagai penelitian ilmiah dalam bidang konseling dalam koridor yang pantas secara etika, sehingga melalui media ini juga konselor dituntut untuk bekerja dalam bingkai profesionalitas pada kerangka etika layanan konseling melalui internet
B.   Rumusan Masalah
              Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah yang akan dikaji lebih lanjut dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.Bagaimanakah pemanfaatan media internet secara umum dalam kehidupan sehari-hari?
2.Bagaimanakah pemanfaatan aplikasi facebook, twitter, mesenger, dan whatsapp sebagai media layanan bimbingan dan konseling?
C.   Tujuan dan Manfaat Pembahasan
1. Untuk menjelaskan pemanfaatan media internet secara umum dalam kehidupan seharihari.
2. Untuk mengetahui dan memberikan penjelasan secara umum mengenai pemanfaatan aplikasi facebook, twitter, mesenger, dan whatsapp sebagai media layanan bimbingan dan konseling.
   
BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pemanfaatan Internet Secara Umum
              Internet sendiri berasal dari kata International Networking, yang maksudnya adalah dua komputer atau lebih yang saling berhubungan kemudian membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia (internasional), yang saling berinteraksi dan juga saling bertukar informasi. Sedangkan pengertian internet menurut segi ilmu pengetahuan, internet adalah sebuah perpustakaan besar yang didalamnya terdapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau datayang dapat berupa teks, grafik, audio maupun animasi dan lain lain dalam bentuk media elektronik. Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta komputer lokal  (local/wide area network) dan komputer pribadi (standalone), yang memungkinkan setiap komputer terhubung kepadanya bisa melakukan komunikasi satu sama lain.
              Penggunaan internet pada saat ini sudah tidak menjadi barang asing lagi. Kemudahan akses dan peralatan yang digunakannya pun semakin terjangkau. Selain warnet, modem yang kian murah, tempat-tempatwifi area pun semakin menjamur dimana-mana, terlebih lagi fasilitas smartphone dan gadget yang canggih sudah banyak digunakan orang untuk dipergunakan untuk berselancar di dunia maya. Berbagai aspek dari dampak penggunaan, internet telah memberikan berbagai layanan dan kemudahan yang dapat diaplikasikan dalam kepentingan hidup manusia.                     
              Fasilitas aplikasi internet cukup banyak sehingga mampu memberi dukungan bagi kepentingan militer, akademisi, media massa, bisnis dan atau bahkan semua aspek dalam kehidupan manusia.  Fasilitas internet tersebut seperti Telnet, Gopher, WAIS, E-mail, MailingList (milis), Newsgroups, FileTrasferPropocol (FTP), Internet RelayChat (Chatting), World Wide Web (www), Weblog, Tweeter, Facebook dan lain- lain.
B.   Pemanfaatan Web Sebagai Media Layanan BK
1.    Pengertian Web secara umum     
Word Wide Web (www) atau juga lebih dikenal dengan Web merupakan salah satu layanan yang didapat oleh pemakai computer atau ponsel yang terhubung internet. Menurut Yuhefizar, web adalah suatu metode untuk menampilkan informasi di internet, baik berupa teks, gambar, suara, maupun video yang interaktif dan mempunyai kelebihan untuk menghubungkan (link) satu dokumen dengan dokumen lainnya (hypertext) yang dapat diakses melalui sebuah browser.
2.    Fungsi Website
Secara umum situs web mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi komunikasi, pada umumnya adalah situs web yang dinamis karena dibuat menggunakan pemrograman web, maka dilengkapi fasilitas yang memberikan fungsi-fungsi komunikasi, seperti web mail, for m contact, chatting, dan yang lain.
b. Fungsi informasi, pada umumnya menekankan pada kualitas bagian kontennya karena tujuansitus tersebut adalah menyampaikan isinya. Situs tersebut biasanya berisi teks dan grafik yang dapat di download dengan cepat. Pembatasan penggunaan animasi gambar dan elemen bergerak, seperti shockwavedajava diyakini sebagai langkah yang tepat.
c. Fungsi entertainment, situs web juga dapat memiliki fungsi hiburan. Penggunaan animasi gambar dan elemen bergerak dapat meningkatkan mutu presentasi desiannya, meski tetap harus mempertimbangkan kecepatan downloadnya. Beberapa fasilitas yang memberikan fungsi hiburan, seperti gameonline, film online, music online, dan sebagainya.
d. Fungsi transaksi, dijadikan sarana transaksi jual beli dan bisnis, baik barang atau jasa. Situs web ini menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik.
  Keterampilan konselor atau praktisi bimbingan dan konseling dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi, khususnya website merupakan salah satu wujud
profesionalitas kerja konselor dalam pelaksanaan program layanan. Penerapan website memiliki beberapa fungsi dan peranan umum dalam Bimbingan konseling yaitu:
a.   Publikasi
Teknologi informasi dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan kepada masyarakat luas dan juga sebagai pemberi informasi mengenai BK serta implementasi layanannya.
b.   Pelayanan dan Bantuan
Bimbingan konseling dilakukan secara tidak langsung dengan bantuan teknologi informasi. Situs web dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk menciptakan layanan yang lebih kreatif dan inovatif.
c.   Pendidikan
Informasi yang diberikan melalui sarana TI ini mengandung unsur pedidikannya. Misalnya layanan BK berbasis website yang menyajikan beragam tema tentang pengembangan pendidikan karakter.
C.   Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Layanan BK
1.    Layanan konseling melalui facebook
 Facebook sebagai salah satu sarana yang ada di internet mempunyai berbagai macam aplikasi yang dapat kita jadikan sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran Bimbingan Konseling. Konseling Facebook di sini penulis artikan sebagai bantuan psikologis kepada siswa (konseli)   secara online melalui Facebook agar siswa dapat memahami, menerima, mengarahkan, mengaktualisasikan dan mengembangkan dirinya secara optimal. Layanan yang diberikan melalui Konseling Facebook ini bisa mencakup semua fungsi-fungsi layanan bimbingan dan konseling, baik pencegahan, pemahaman, pengembangan, penempatan atau bahkan pengentasan.Di bawah ini fitur-fitur facebook yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran BK, seperti :

  1. Facebook Share
    Facebook Share atau tautan, merupakan fitur dasar di facebook. Fitur ini pastinya juga bisa digunakan sebagai sarana untuk membantu pembelajaran. Siapapun bisa men-shareapapun (tulisan singkat, link, gambar, video) ke semua teman-temannya. Dengan fitur ini guru dapat mencari situs-situs atau gambar-gambar yang berhubungan dengan pembelajaran Bimbingan dan Konseling, kemudian di share di facebook untuk seterusnya bisa diakses oleh siswa, sehingga siswa mempunyai panduan dalam mencari materi BK di internet, dengan share ini guru juga bisa menugaskan siswa untuk memberikan analisis, kritik atau komentar terhadap kejadian sosial yang berada di dalam share atau tautan tersebut.
  2. Facebook Quiz
    Saat ini sudah banyak quiz-quiz yang beredar di facebook. Rata-rata hanya quiz yang dibuat untuk sekedar iseng. Fitur ini sejatinya bisa dipakai untuk melakukan quizonline. Guru bisa membuat quiz dengan mudah kemudian menyuruh seluruh muridnya untuk mengerjakan quiz tersebut. Guru bisa mengganti tugas yang berupa pertanyaan dengan membuat quiz ini, di dalam quiz ini guru juga bisa menetapkan skor yang diperoleh siswa berdasarkan jawaban yang mereka berikan.
  3. Facebook Note
    Dengan sarana ini sang guru bisa memancing murid-muridnya saling berdiskusi mengenai topik tertentu. Sang guru cukup membuat notedi-wall kemudian men-tag ke seluruh muridnya untuk memancing diskusi. Di bawah ini contoh tampilan note yang bisa dijadikan ajang diskuusi oleh siswa : “Bagaimana pemahaman siswa tentang sex bebas?”
  4. Facebook Apps
    Dengan fitur ini hampir segalanya bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah gameedutainment pada platform facebookApps ini. Salah satu contoh Facebook Appsgameedutainment yang cukup terkenal dan banyak dimainkan adalah braind gain. Sebuah aplikasi game untuk melatih konsentrasi siswa
  5. Up Date Status
    Melalui Up Date Status, guru bisa mengingatkan siswa tentang materi yang akan dipelajari dalam pertemuan selanjutnya, memberi stimulus atau memberi jalan sebagai ajang diskusi melalui “komentar”, sehingga siswa terpancing untuk berdiskusi.
  6. Forum
    Fitur ini juga bisa dijadikan sarana diskusi antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa.
  7. UpLoadPhoto
    Dengan fitur ini guru maupun siswa biasa meng-upload foto atau gambar yang berhubungan dengan materi Bimbingan dan Konseling, kemudian foto tersebut bisa di share dan dijadikan tema diskusi dengan sarana “komentar”, berikut contoh gambar album foto yang tersedia di facebook :
  8. Message
    Melalui layanan pesan, guru bisa memberikan tugas atau rekomendasi sumber yang bisa siswa akses di internet.
  9. Chating
    Dengan adanya layanan chating di facebook, guru dan siswa bisa memanfaatkannya untuk ajang tanya jawab ataupun diskusi siswa dalam mengerjakan suatu tugas dari guru walaupun siswa tersebut berada di tempat yang berbeda.
            Adapun kelebihan dan kelemahan facebook dalam layanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:
a.Kelebihanfacebook dalam BK
Dengan media pembelajaran facebook siswa dilatih belajar mandiri dan tanggung jawab belajar, aktif, serta bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan, kolaboratif, mengembangkan strategi belajar, juga melatih siswa dalam penguasaan TIK, melatih penggunaan bahasa asing, pembelajaran yang meaningfull dan engagedlearning.
b. Kelemahan facebook dalam BK
Kelemahan yang mungkin timbul dalam sistem e-learning ini, yaitu tingginya kemungkinan gangguan belajar; sebab sistem tersebut mengkondisikan siswa untuk belajar mandiri, sehingga faktor motivasi belajar menjadi lebih signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa. Untuk itu diperlukan adanya semacam penasehat (counsellor) yang memantau dan memotivasi belajar siswa agar prestasi belajarnya tidak menurun, dengan cara mengerjakan tugas-tugas belajar sebaik-baiknya dan secara tepat waktu. Di samping itu juga agar siswa tidak mengakses hal-hal yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan pelajaran atau hal-hal yang bersifat negatif (misalnya membuka situs-situs porno.
2.    Layanan Konseling melalui Twitter
  1. Pengertian Twitter
Twitter adalah suatu situs web layanan jaringan sosial dan mikroblog yang memberikan fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan “pembaharuan” berupa tulisan teks dengan panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan instan, surat elektronik, atau aplikasi seperti Twitterrific dan Twitbin. Twitter didirikan pada Maret 2006 oleh perushaan rintisan ObviousCorp.
Sebelum membahas tentang Etika ber-Twitter, ada baiknya kita kenal dulu karakteristik dari sosial media  yang satu ini (twitter). Pertama, twitter hanya mengijinkan 140 karakter (termasuk spasi) sekali ngetweet (update status), karena itu twitter  juga disebut microblogging. Kedua, di twitter kita bisa memfollow seseorang tanpa orang tersebut harus mem-followback kita. Ketiga, tidak ada fitur sharing foto atau video, apalagi game. Ini penting diketahui, karena tidak semua orang cocok dengan sebuah jenis sosial media, contohnya twitter .
            Pada umumnya semua jenis sosial media memiliki etika yang sama. Tapi karena setiap media sosial punya karakter-karakter khusus masing-masing, maka etika-nya pun ada yang khusus, pula. Poin penting yang menyangkut etika dalam ber-twitter, antara lain:
a. Jangat ngetweet kalau lagi marah! Orang yang lagi ngetweet saat marah, kemungkinan besar akan meluapkan amarahnya tersebut melalui tweet di twitter.
b. Jangan berdebat di twitter, karena twitter bukan media yang ideal untuk berdebat. Debat akan lebih cocok dilakukan di facebook dan media diskusi online lainnya (situs forum online).
c. Perhatikan tanda baca! Saat ini banyak orang yang sudah tidak menggunakan tanda-tanda baca dalam menulis status atau tweet, sehingga tak jarang orang yang salah dalam memahami hasil sebuah tweet. Usahakan baca TM (timeline) secara utuh, sebelum mengomentari tweet orang tersebut, supaya tahu konteksnya. Jadi tidak asal reply atau retweet (RT).
d.  Kenali followers Anda, agar anda bisa menentukan gaya bahasa yang tepat Anda gunakan. Ini penting, karena bisa saja follower Anda datang beragam kalangan, pendidikan dan usia.Untuk membentuk sebuah image (personal branding), ngetweetlah seputar hal-hal yang dikuasai. Contohnya tentang musik, marketing, olah raga, dan lain sebagainya.
e.  Dan yang terakhir adalah “beyourself” atau bahasa indonesianya “jadi diri sendiri”.
1. Kelebihan Twitter
a. Tampilan Minimalis
Tampilan yang minimalis dengan fitur yang simple menjadi daya tarik tersendiri bagi penggunanya. Bagaimana tidak, twitter sendiri hanya menyediakan beberapa fitur penting untuk berkomunikasi. Tidak seperti facebook yang menyediakan sejuta fitur. Twitter lebih mementingkan komunikasi daripada jejaring sosial lainya.
b. Background bisa diganti
Masih menyangkut keunggulan tampilan twitter. Twitter memungkinkan penggunanya untuk mengganti background tampilan twitter sesuka hati. Dengan seperti ini pengguna tidak akan merasa bosan dengan tampilan twitter yang itu itu terus. Ini merupakan sebuah kekhasan twitter yang tidak ada di jejaring sosial terkemuka lainya.
c. teman tidak terbatas
Twitter menggunakan sistem pertemanan follow. Sehingga akun seleb atau penyanyi bisa mendapatkan followers tanpa batasan. Tidak seperti facebook yang harus membuat halaman artis terlebih dahulu untuk mendapatkan like yang banyak. Twitter membuat langkah lebih mudah daripada facebook.
d. Pendaftaran mudah
Pendaftaran yang sangat mudah membuat twitter menjadi jejaring sosial nomer 2 dunia, tidak sampai 5 menit waktu yang saya butuhkan untuk bergabung dengan jejaring sosial ini. Untuk masalah pendaftaran saya rasa twitter unggul dibanding medsos lainnya.

e. Fitur trending topik
Ciri khas yang sangat melekat dari twitter yaitu trending topik. Dengan adanya fitur ini kita dapat selalu update dan mengikuti trending yang dapat kita atur sesuai negara kita. Menurut saya trending topik sangat membantu saya untuk selalu update dengan keadaan terkini.
2. Kekurangan Twitter
a. Penggunaan yang rumit
Penggunaan twitter bisa dibilang rumit, karena tidak semua anggota baru twitter langsung mengerti semua cara penggunaan twitter. Banyak kata asing atau istilah baru di twitter, seperti retweet, favorit, mention dan lain-lain. Bagi yang belum mengerti sama sekali tentang twitter mungkin menjadi kekurangan tersendiri yang harus diperbaiki twitter.
  1. Tidak ada hiburan
Mungkin ini yang menjadikan twitter tidak sepopuler facebook. Twitter tidak menyediakan hiburan seperti permainan. Sehingga pengguna twitter hanya sebatas remaja hingga orang dewasa. Tidak seperti facebook yang penggunanya juga anak-anak.
  1. Banyak akun palsu
Kayaknya ini sudah menjadi nasib jejaring sosial yang banyak pengguanya, yaitu banyak akun palsu. Kita memerlukan yang namanya “nama pengguna” agar kita tidak terjebak dengan akun yang kita cari.
  1. Tujuan Layanan Bimbingan Konseling Menggunakan Twitter
1) Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik;
2)  Akan meningkatkan kunjungan ke web site, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan siswa;
3)  Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan;
4)    Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan blog
5)    Tidak akan menimbulkan kebosanan;
C.  Metode  pelayanan konseling melalui Twitter
1)   Seorang konselor membuat sebuah postingan yang memberitahuan tentang layanan yang di tawarkan,
2)    Jika telah terjadi kesepakatan buat janji untuk melakukan chatting.
3)    Saat ada pesanyang masuk segera balas,  saat terjadi katerlambatan membalas usahakan mengucapkan maaf terlebih dahulu
4)    Balas pesandengan kalimat yang formal
5)    Dahului dengan sapaan yang sopan bapak /ibu
6)    Jika mengunakan singkatan gunakan singkatan yang umum.
7)    Akhiri pesan dengan nama anda dan instansi anda bekerja, dan ucapan terima kasih.
            Sebelum membahas tentang Etika ber-Twitter, ada baiknya kita kenal dulu karakteristik dari sosial media  yang satu ini (twitter). Pertama, twitter hanya mengijinkan 140 karakter (termasuk spasi) sekali ngetweet (update status), karena itu twitter  juga disebut microblogging. Kedua, di twitter kita bisa memfollow seseorang tanpa orang tersebut harus mem-followback kita. Ketiga, tidak ada fitur sharing foto atau video, apalagi game. Ini penting diketahui, karena tidak semua orang cocok dengan sebuah jenissosial media, contohnya twitter .
              Pada umumnya semua jenis sosial media memiliki etika yang sama. Tapi karena setiap media sosial punya karakter-karakter khusus masing-masing, maka etika-nya pun ada yang khusus, pula. Poin penting yang menyangkut etika dalam ber-twitter, antara lain:
a. Jangat ngetweet kalau lagi marah! Orang yang lagi ngetweet saat marah, kemungkinan besar akan meluapkan amarahnya tersebut melalui tweet di twitter.
b.Jangan berdebat di twitter, karena twitter bukan media yang ideal untuk berdebat. Debat akan lebih cocok dilakukan di facebook dan media diskusi online lainnya (situs forum online).
c. Perhatikan tanda baca! Saat ini banyak orang yang sudah tidak menggunakan tanda-tanda baca dalam menulis status atau tweet, sehingga tak jarang orang yang salah dalam memahami hasil sebuah tweet. Usahakan baca TM (timeline) secara utuh, sebelum mengomentari tweet orang tersebut, supaya tahu konteksnya. Jadi tidak asal reply atau retweet (RT).
d.Kenali followers Anda, agar anda bisa menentukan gaya bahasa yang tepat Anda gunakan. Ini penting, karena bisa saja follower Anda datang beragam kalangan, pendidikan dan usia.Untuk membentuk sebuah image (personal branding), ngetweetlah seputar hal-hal yang dikuasai. Contohnya tentang musik, marketing, olah raga, dan lain sebagainya.
e.  Dan yang terakhir adalah “beyourself” atau bahasa indonesianya “jadi diri sendiri”.
3. Email Therapy
Biasa juga disebut sebagai terapi email. Saat ini, surat dapat diantarkan dengan kecepatan cahaya melalui internet, dan email konseling, secara bersamaan telah ditawarkan dalam konseling yang menggunakan teknologi internet lainnya, yang lebih dikenal sebagai online konseling atau online terapi (Mulhauser: 2005). Terapi email sendiri merupakan suatu proses menulis tentang permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh konseli yang bisa dijadikan sebagai bentuk terapetik bagi dirinya sendiri. Metode hubungan terapetik melalui email konseling, tidak mengenal waktu, artinya bisa dilakukan kapanpun, tidak mengenal tempat secara fisik, konseli tidak perlu mendatangi konselor, tetapi cukup berhubungan melalui internet. Bagi konselor sendiri, memiliki rekaman konseling yang cukup terperinci, karena semua tersimpan dalam bentuk data tertulis (Hongkong Young Woman Christian Assocation).
        Dalam email konseling, konseli mengirimkan pesan melalui email kepada konselor mengenai permasalahan yang dihadapinya, kemudian konselor memberikan respon balik secara profesional melaui email. Konseling melalui email, memberikan pelayanan konseling yang lebih pribadi dalam hubungan satu sama lain antara konselor dengan konseli. Menurut Elleven dan Alen (2003), model komunikasi dalam bentuk ini lebih efisien,karena hampir seluruh konseli yang mencari bantun layanan konseling melalui internet memilikinya Terdapat dua jenis email, yaitu email standar dan web mail. Email standar adalah email yang pada umumnya dimiliki oleh individu, dalam email standar memerlukan program email, contohnya email konselor dengan alamat nabilah@konseling.com mengirimkan email konseling kepada konselinya yang menggunakan email lembaga dengan alamat neru@universitas.edu, maka terjadi transmisi data dari mail server mail.konseling.com dengan identitas nabilah kepada mail server mail.universitas.edu yang ditujukan kepada pengguna dengan identitas neru. Dalam hal ini, email tidak langsung terkirim ke komputer pengguna, akan tetapi terlebih dahulu terjadi proses pengiriman dari server ke server, selanjutnya dari server ke pengguna, email akan tersimpan di server. Sementara itu server dikelola oleh pihak lain yang juga memiliki otoritas untuk membuka email.
4. Pemanfaatan aplikasi Messenger Whatsapp sebagai media BK
            Saat ini teknologi informasi dan komunikasi semakin canggih. Berbagai aplikasi dibuat dam dikembangkan dengan beragam manfaat dan kegunaan. Dengam adanya aplikasi ini konselor bisa memanfaatkannya sebagai media melakukan bimbingan konseling. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah media sosial whatsapp. Whatsapp adalah aplikasi messenger untuk berkomunikasi secara online tanpa biaya SMS, mengirim foto, video, dokumen, audio, membagikan lokasi dan kontak.


BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
 Dari pembahasan makalah di atas, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1.Fasilitas aplikasi internet cukup banyak sehingga mampu memberi dukungan bagi kepentingan militer, akademisi, media massa, bisnis dan atau bahkan semua aspek dalam kehidupan manusia. Fasilitas internet tersebut seperti Telnet, Gopher, WAIS, E-mail, MailingList (milis), Newsgroups, FileTrasferPropocol (FTP), Internet RelayChat (Chatting), World Wide Web (www), Weblog, Tweeter, Facebook dan lain- lain.
2.Penerapan website memiliki beberapa fungsi dan peranan umum dalam Bimbingan konseling, yaitu publikasi, pelayanan dan bantuan, serta pendidikan.
3. Penggunakan media sosial sebagai media Bimbingan dan Konseling  sangat membantu guru dalam penyampaian layanan kepada siswa sehingga tidak terbatasi oleh ruang da waktu. Siswa menjadi lebih tertarik dan aktif dalam mengikuti layanan BK karena dengan media sosial tidak lagi mengacu pada guru sebagai pusat mediator, akan tetapi siswa sebagai pusat dan merekonstruksi pengetahuannya sendiri dengan belajar mandiri lewat internet, disini guru hanya sebagai fasilitator dan evaluator.

DAFTAR PUSTAKA

Ifdil, (2012). “Penyelenggaraan Konseling Online”.Makalah pada Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling.
Penggunaan Internet bagi Konselor. [online]. Tersedia: http://ulankeyla.blogspot.com.
 Simarmata. (2006). Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
William, dan Sawyer. 2003. pengertian- teknologi- informasi. [online]. Tersedia: hhtp://id.shvo ong.com [8 Mei 2014 pukul 13.56 WIB]



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Teknologi Informasi Dalam Bimbingan Dan Konseling

TELEPON ATAU HANDPHONE SEBAGAI SARANA KONSELING